MELALUI IBADAH QURBAN MARI KITA TINGKATKAN SEMANGAT KETAQWAAN DAN SEMANGAT SILATURRAHIM/ KEBERSAMAAN KITA DALAM MERAIH PRIBADI YANG IKHLAS, ISTIQOMAH DAN IHSAN. OLEH. H.AHMAD.S.AG (KETUA PHBI KOTA BIMA)

Ibadah qurban adalah salah satu bentuk ibadah mahdah yang dianjurkan Allah Azza Wa Jalla kepada hamba-hambaNya yang beriman dalam memaknai sekaligus mensikapi Al-Kautsar-Nya. Allah SWT.

DR. Yusuf qardawi dalam bukunya yang berjudul : Al Ibadah Fil Islam menjelaskan tentang pengertian Al-Kautsar. –Nya Allah dengan rincian makna sebagai berikut :
Pertama, Al-Kausar bermakna sumber mata air samawi yang paling suci, berupa karunia dan hikmah yang tidak terbatas.
Kedua, Al-Kausar bermakna, segala rahmat dan kebaikan yang bersumber dari Allah.
Ketiga, Al-Kautsar mengandung pengertian kearifan yang luas, kekuatan rohani yang paripurna dan wawasan yang teramat dalam.sehingga tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan
Keempat, Al-kautsar mengandung pengertian kecerdasan spiritual,yang berpadu dengan kecerdasan intelektual dan moral, yakni pribadi yang santun dan beradab, bukan pribadi yang brutal, anarkis dan main hakim sendiri,
Kelima, Al-Kautsar mengandung pengertian nama sumur Rasulullah SAW dalam surga yang dipersembahkan khusus kepada hamba-hamba mu’min yang memiliki kepekaan social kepada sesama, melalui media kurban.
Keenam, Al-Kautsar mengandung pengertian Sifat Ar rahman dan Ar Rahimnya Allah yang dikaruniakan kepada hamba-hamaba Mukmin untuk sifati dan dibiaskan kepada sesama, saling asah, asih dan asuh, bukan saling gasak, gesok,gosok dan gosip serta sengaja mengisukan hal-hal yang menyesatkan orang banyak.
Ketujuh. AL Kausar mengandung pengertian nikmat yang paling banyak yang telah diberikan Allah kepada semua mahluknya yang wajib di sukuri.

Dalam mensikapi Al-Kautsar Nya Allah SWT, maka hamba-hamba Mu’min secara khusus diseru oleh Allah untuk melaksanakan 2 (Dua) perintah utama yaitu: perintah menegakkan sholat, dan kedua perintah berkurban sebagaimana pernyataan Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 1 s/d 3 :
Artinya: sesungguhnya kami telah memberi nikmat yang banyak kepadamu, maka sholatlah dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus

Setiap Idul Adha tiba, kita diingatkan kepada dua peristiwa penting yaitu :
Ibadah qurban dan Ibadah Haji. Kedua ibadah tersebut mengandung hikmah yang sangat besar dalam kehidupan ummat manusia yang mau berfikir, dari mana kita datang, di mana kita sekarang berada dan akan kemana kita menuju serta untuk apa kita diciptakan. Itulah inti dari prosesi pelaksanaan wukuf yang dilakukan oleh jutaan kaum muslimin dan muslimat pada tanggal 9 Dzulhizzah di Padang Arafah kemarin. Mereka diarahkan mengenal Allah untuk di taati, mengenal diri untuk direnungi keberadaannya, mengenal manusia lain untuk disantuni dan dikasihi, serta mengenal alam ini untuk dikelola dan ditata dengan sebaik baiknya utk kemakmuran dan kemaslahatan umat.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa Nuansa Idul Adha senantiasa diwarnai oleh dua peristiwa akbar yang sangat menggugah perhatian kaum muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, kedua peristiwa tersebut :
I.Pertama Kegiatan Ibadah haji di Mekkah Al Mukarramah, tampa diundang atau dipaksa berjuta umat Islam datang dari berbagai penjuru dunia, berkumpul di Mekkah dalam suasana damai dan bersahabat, mereka berjamaah dalam beribadah dengan segala manasiknya, bersatu dengan niat yang sama, melaksanakan prosesi haji dan umrah dengan gerakkan dan alur yang sama, memakai pakaian yang sama yakni pakaian ihram dan melantunkan bacaan yang sama yakni kalimat Talbiyah, Ternyata pelajaran yang bisa kita ambil dari amalan spiritual haji dan umrah : pertama sikap keikhlasan dalam beramal, kedua sikap kesamaan dan kebersamaan, bahwa manusia sama disisi Allah, yang membedakan hanyalah derajat ketaqwaanya. Ketiga ketawaduan dalam bersikap dan berakhlak, baik kepada Allah SWT, maupun kepada sesama manusia.
II. Kedua , Pada hari ini, kita diingatkan pula kepada drama kehidupan dalam bentuk percontohan yang sungguh luar biasa yang diperankan oleh tiga figur manusia pilihan, yaitu figur Nabi Ibrahim as sebagai seorang ayah yang arif dan bijak, figur Siti Hajar sebagai seorang Ibu yang sangat ulet dan sabar, serta figur Nabi Ismail as, sebagai seorang anak yang sangat patuh dan pasrah kepada perintah Allah SWT.
Itulah drama kehidupan yang amat menumental dalam sejarah kemanusiaan, didalamnya terungkap keridhoan seorang ibu dalam berkurban, keikhlasan dan ketulusan seorang anak dalam berkurban kepada Allah, serta ketawakkalan seorang ayah dalam menjujung tinggi perintah Allah SWT. Kesimpulannya bahwa ketiga figure tersebut, adalah pribadi yang sangat IKHLAS, sangat ISTIQOMAH DAN sangat IHSAN.ternyata Nabi Ibrahim pribadi yang paling ikhlas, istiqomah dan ihsan, demikian pula Ismail dan st Hajar. Semoga kita mampu meneladani akhlak ketiga manusia pilihan tersebut.

Ketika detik-detik pengorbanan yang dramatis itu berlangsung, terjadilah dialog antara Ibrahim dan putranya Ismail, yang sangat menggugah hati dan perasaan, sebagai contoh kuatnya iman dan taqwa mereka kepada Allah SWT, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat Asshofat ayat 102,
                            
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu wahai anakku” sang anak menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu ayah; Insya Allah ayah akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.
(QS. As Shafat 102)
Begitu mengharukan proses pengorbanan itu, terlebih lagi ketika Ismail dengan penuh tawakal memohon kepada Ayahnya :
“Wahai Ayah ! Ikatlah kaki dan tangan saya kuat-kuat, agar gelepar tubuh saya tidak membuat ayah bimbang. Telungkupkan tubuh saya sehingga muka menghadap ke tanah, supaya Ayah tidak melihat wajah saya. Wahai Ayah ! jagalah darahku jangan sampai memerciki pakaian Ayah karena bisa menyebabkan perasaan ayah iba kepada saya, sehingga akan mengurangi pahala ayah. Dan asahlah pisau itu tajam-tajam ayah, agar proses penyembelihan saya berjalan dengan lancar. Wahai Ayah ! baju saya yang berlumur darah nanti, bawalah pulang dan serahkan pada Ibunda tercinta , sampaikan salam takdim saya, ayah kepada ibunda tercinta, semoga beliau sabar menerima ujian ini.
setelah dialog haru yang sangat menakjubkan antara sang ayah dan sang anak itu berlangsung, maka spontan Allah mengatakan :
                       
maka tatkala keduanya telah berserah diri, dan Ibrahim telah merebahkan Ismail, meletakkan pipinya diatas tanah. Lalu Kami memanggil ia “wahai Ibrahim, telah engkau turuti perintah itu ! Demikianlah, Kami akan membalas orang-orang yang berbuat baik. Ketahuilah, bahwa perintah ini hanyalah ujian yang nyata”. (QS. As Shafat :
Tokoh Nabi Ibrahim AS sebagai ayah seyogyanya dijadikan contoh oleh para ayah masa kini, dia mencintai anak dan istrinya. Namun cintanya kepada Allah melebihi cintanya kepada anak dan istrinya. Beliau adalah profil suami yang sangat ikhlas, adil, bijaksana, jujur, sabar, ulet, tawakkal penuh mahabbah bertanggung jawab, pemurah, disiplin, serta pribadi yang amanah,. Siti Hajar seorang ibu teladan sejati sepatutnya dijadikan contoh oleh ibu-ibu di jaman sekarang, dia adalah profil wanita sholehah, sangat taat kepada Allah, patuh kepada suami, arif dan bijaksana kepada anak-anaknya, mampu menjaga kehormatan dirinya serta mampu menjaga kehormatan dan harta suaminya.
Sedangkan profil Ismail adalah sosok remaja yang sangat taat kapada Allah dan kedua orang tuanya yang harus dijadikan contoh dan teladan oleh remaja dan pemuda dizaman sekarang
Ciri hamba mukmin yang paling ikhlas, istiqomah dan Ihsan adalah mereka yang senantiasa berkurban mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan makna Qurban dalam bukunya yang berjudul : At-Tasawuf Fil Islam, bahwa Ibadah Qurban mengandung makna yang sangat dahsyat bagi hamba mukmin. Beliau menjelaskan makna Qurban dengan begitu jelas, mudah dipahami, serta praktis untuk disikapi :
1. Qurban bermakna : Dzabhan min sifhati syaithon. Yaitu : proses penyembelihan sifat-sifat, tabiat dan perilaku syaithoniyah yang kembali melekat dalam diri kita pasca Idul Fitri 2 bulan yang lalu. Ketiga tabiat syaithoniyah yang harus kita tinggalkan, yaitu pertama sikap Aba (enggan, enggan mengerjakan shalat, enggan berzakat, enggan berhaji, enggan berpuasa, enggan berkurban, enggan bersilaturrahim, enggan mengaji. Kedua sikap Wastakbara yakni sikap keangkuhan, kesombongan,dan kepongahan baik kepada Allah maupun kepada sesame manusia. Ibadah Qurban mengikis sifat sombong, angkuh dan takabur yang masih melekat pada setiap pribadi muslim,
“Tidak akan masuk surga orang-orang yang didalam hatinya masih terdapat sifat sombong, walaupun sebesar dzarrah”. Ketiga Sikap AL BAGDHO (KEBENCIAN KEPADA SESAMA)DAN AL ADAWAH (PERMUSUHAN KEPADA SESAMA)
. Inilah tiga sifat dasar syaiton yang harus kita korbankan dan buang jauh-jauh melalui ibadah qurban yang sedang kita laksanakan di pagi hari ini.

Yang kedua makna Qurban menurut Ibnu Taimiyah :
2. Qurban bermakna dzabhan min sifhatil bahimiyah.mengandung pengertian proses penyembelihan sifat-sifat, karakter dan tabiat Al-Bahimiyah (kebinatangan), sehingga dalam Al-Islam simbol Qurban yang harus disembelih adalah hewan atau binatang. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat hewani, tabiat-tabiat kebinatangan serta perilaku Al-Bahimiyah harus ditinggalkan oleh hamba-hamba mukmin yang berkurban. Ada tiga sifat hewani yang harus kita tinggalkan. Pertama sifat Qillatul Haya’ yaitu sifat tidak ada rasa malunya dalam melaksanakan kemaksiatan kepada Allah. Kedua sifat Tamak, Rakus, Serakah serta Hubbudduniya terlalu cinta dunia dan melupakan akhirat. Ketiga sifat buas, kejam dan beringas kepada sesama. Inilah tiga sifat dasar al-bahimiyah ¬ yang harus kita buang jauh-jauh melalui proses penyembelihan dan pengorbanan, di pagi hari yang mubarak ini
3. Ibadah Qurban mengandung pegertian proses penyembelihan terhadap karakter Al Amara Bissu, (sifat kecendrungan kepada yang jahat dan menyesatkan) yang masih melekat dalam pribadi umat Islam, seperti sikap mengadu domba, suka menyebarkan isu-isu yang tidak benar,bertindak brutal, menghakimi orang tampa prosedur hukum, dan cendrung bersikap anarkis, semoga kita semua mampu meninggal sifat al amara bissu melalui media Qurban di pagi hari ini,

Sebagai kesimpulan akhir dari tulisan ini, maka melalui risalah yang sangat simpel dan sederhana ini, saya mengajak kepada kita semua :
1. Mari kita jaga keikhlasan dalam beramal, ketawaduan dalam bersikap, kesabaran dalam menghadapi setiap masalah,serta kearifan dan kehati-hatian dalam mensikapi berbagai isu dan informasi yang berkembang.
2. Mari kita jaga keutuhan silaturrahim dan kebersamaan diantara kita,saling asah,asih dan asuh , serta mari kita jaga bersama kondusifitas kota bima yang aman, nyaman , sejuk dan harmonis,inilah icon kota Bima berteman yang religi.
3. Mari kita jaga semangat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan istiqomah menegakkan Sholat dan Berqurban.
4. Mari kita jaga hati, lisan ,sikap dan akhlaq kita, jangan sampai menghancurkan dan mengorbankan hamba Allah yang tidak berdosa,
5. Mari kita meneladani sikap ikhlas, istiqomah dan ihsan yang di teladankan oleh ketiga manusia pilihan yaitu : Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan St Hajar.

Posted on October 1, 2013, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: