MELALUI IBADAH QURBAN MARI KITA TINGKATKAN SEMANGAT KEIMANAN, KETAQWAAN DAN SEMANGAT BERKORBAN

JUDUL :MELALUI IBADAH QURBAN  MARI KITA TINGKATKAN SEMANGAT KEIMANAN, KETAQWAAN DAN SEMANGAT BERKORBAN

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.

Sidang Id yang dirahmati dan dimuliakan Allah SWT.

Al-hamdulillah, itulah ungkapan yang paling pas dan yang paling tepat kita persembahkan kehadirat Illahi Robbi di pagi hari yang amat sakral, suci dan mubarok ini.

Hari ini suara takbir, tahmid dan tahlil menggema di seluruh pelosok tanah air, bahkan diseluruh penjuru dunia dimana kaum muslimin dan muslimat berada. Formulasi  paling  pendek dari  kalimat Takbir, tahmid dan tahlil adalah kalimat toyyibah yang artinya hanya Allah Yang Maha Besar, Maha Agung  dan Maha Perkasa, Dialah Zat yang pantas di sanjung dan dipuji, serta tidak ada Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi di semesta jagad raya ini, melainkan Allah Rabbul Izzati.

Allah adalah Zat yang Maha Rahman dan Maha Rahim, Semoga sifat Rahman dan RahimNya senantiasa menghiasi ketaatan, kepatuhan, kesetiaan dan kebersamaan kita di pagi hari yang mubarok ini.

Allah adalah Zat yang maha terpuji, terpuji dari segala keagungan-Nya, terpuji dari sifat-sifat mulia-Nya, terpuji dari segala kehendak-Nya, terpuji dari segala ciptaan-nya, terpuji dari segala hokum-hukum-Nya, terpuji dari segi Syariat dan ajaranNya. Serta terpuji dari segala nikmat dan karunia-Nya. Semoga kita tidak sekedar memuji Allah dengan kalimat Takbir, Tahmid dan Tahlil yang bersifat ferbalistik dan lisaniyah, akan tetapi kita harus mampu tampil dengan pribadi-pribadi yang terpuji, pribadi yang mahmudah, serta pribadi yang kredibel dan amanah.

Tampilnya pribadi-pribadi mulia lagi terpuji tersebut karena dilandasi dengan amal Imani, Amal Islami, Amal Ihsani, dan Amal Ikhlasi. Inilah ceriman dari Insan Kamil yang berakhlakul mahmudah (karimah).

Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.

Ma’asyiral muslimin-muslimat siding id yang berbahagia.

Pagi hari ini tanggal 10 Dzulhijjah 1431 H, yang bertepatan dengan tanggal 16 Nopember 2010 M, kaum muslimin dan muslimat di seluruh penjuru dunia tengah melaksanakan  Hari Raya Idul Adha sebagai tanda kesetiaan dan kepatuhan kepada amar Allah SWT, kemudian dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban, yang  dagingnya disalurkan kepada fakir miskin, sebagai wujud implementasi kesyukuran kepada Allah SWT.  Sekaligus sebagai wujud kesholehan sosial  kepada umat

 

Ibadah qurban adalah salah satu bentuk ibadah mahdah yang dianjurkan Allah Azza Wa Jalla kepada hamba-hambaNya yang beriman dalam memaknai sekaligus mensikapi Al-Kautsar-Nya. Allah SWT.

 

DR. Yusuf qardawi dalam bukunya yang berjudul : Al Ibadah Fil Islam menjelaskan tentang pengertian Al-Kautsar. –Nya Allah  adalah : Declaration  the doctrine of Allah SWT, in the spiritual religion for each the peoples muslim,  dengan rincian makna sebagai berikut :

Pertama, Al-Kausar bermakna sumber mata air samawi yang paling suci, berupa karunia dan hikmah yang tidak terbatas.

Kedua, Al-Kausar bermakna, segala rahmat dan kebaikan yang bersumber dari Allah.

Ketiga, Al-Kautsar mengandung makna kebenaran sempurna yang bersumber dari Allah.

Keempat, Al-Kautsar mengandung pengertian kearifan yang luas, kekuatan rohani yang paripurna dan wawasan yang teramat dalam.

Kelima, Al-kautsar mengandung pengertian kecerdasan imani, kecerdasan amali, kecerdasan akhlaqi.

Keenam, Al-Kautsar mengandung pengertian nama sumur Rasulullah SAW dalam surga yang dipersembahkan kepada hamba-hamba mu’min

Ketujuh, Al-Kautsar mengandung pengertian nikmat yang paling banyak yang telah diberikan Allah kepada semua mahluknya.

 

Dalam menggapai Al-Kautsar Nya Allah SWT, maka hamba-hamba Mu’min secara khusus diseru oleh Allah untuk melaksanakan 2 (Dua) perintah utama yaitu: perintah menegakkan sholat, dan kedua perintah berkurban sebagaimana pernyataan Allah dalamsuratAl-Kautsar ayat 1 s/d 3 :

 

Artinya: sesungguhnya kami telah memberi nikmat yang banyak kepadamu, maka sholatlah dan berkurbanlah.

Setiap Idul Adha tiba, kita diingatkan kepada dua peristiwa penting yaitu :

Ibadah qurban dan Ibadah Haji. Kedua ibadah tersebut mengandung hikmah yang sangat besar dalam kehidupan ummat manusia yang mau berfikir, dari mana kita dating, di mana kita sekarang berada dan akan kemana kita menuju serta untuk apa kita diciptakan. Pertanyaan mendasar yang bersifat tasauf ini apabila kita mampu merenungi dan menjawabnya maka akan mengarahkan kita untuk berma’rifat dan taat kepada Allah sebagai satu-satunya zat yang berhak diibadahi dan disembah, berma’rifat kepada Dinul Islam sebagai satu-satunya ajaran yang terbenar dan diridhoi Allah (Dinul Islam, Dinul Haq, Dinul Fitroh, dinul Qoyyim),bermakrifat kepada diri sendiri (makrifatunnafsi) yakni cerdas membaca diri, bermakrifat kepada manusia (makrifatunnas), yaitu  mengenal manusia lain sebagi  mitra ideal dalam kehidupan, serta bermakrifat kepada  alam citptaan Allah SWT, untuk ditata, dikelola, diatur dan didesain sesuai dengan silabus dan kuri kulum-Nya  Allah dan Rasul-Nya, yaitu qur,an dan hadits, bahkan lebih jauh kita dituntut untuk mengenal tujuh alam sebagai proses tahapan  kehidupan yang harus  kita lalui dalam kehidupan ini, yaitu, pertama alam arwah, kedua alam rahim, ketiga alam dunia, keempat alam barzakh, kelima alam mahsyar, keenam alam  hisab dan ketujuh alam akhirat/ yaitu alam terakhir yang hanya ada dua tempat, surga dan neraka Allah.

Itulah inti yang sangat substansial dan urgent dari prosesi pelaksanaan wukuf yang dilakukan oleh jutaan kaum muslimin  dan muslimat kemarin  tanggal 9 Dzulhizzah di Padang Arafah. Mereka diarahkan untuk beriqra, mengenal Allah SWT untuk di taati,  beriqra, dan mengenal diri untuk direnungi keberadaannya, beriqra dan mengenal manusia untuk disantuni dan dikasihi, dan beriqra kepada semesta jagad raya ini untuk dikelola dan ditata dengan sebaik baiknya.

Allahu Akbar 3 X Walillahilhamdu.

Sidang Id yang dirahmati Allah SWT.

Seperti yang dijelaskan diawal khutbah tadi bahwa Nuansa Idul Adha senantiasa diwarnai oleh dua peristiwa  akbar yang sangat menggugah perhatian kaum muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, kedua peristiwa tersebut :

I.Pertama Kegiatan Ibadah haji di Mekkah Al Mukarramah, tampa diundang atau dipaksa berjuta umat Islam dari berbagai penjuru dunia, berkumpul di Mekkah dalam suasana damai dan bersahabat, mereka berjamaah dalam beribadah dengan segala manasiknya, bersatu dengan  niat yang sama dalam menyembah tuhan yang sama (Allah SWT), mereka melaksanakan prosesi haji dan umrah dengan gerakkan dan alur yang sama,  memakai pakaian yang sama yakni pakaian ihram dan melantunkan bacaan yang sama  yakni kalimat Talbiyah, Ternyata pelajaran yang bisa  kita ambil  dari amalan spiritual haji dan umrah : pertama sikap keikhlasan dalam beramal, kedua sikap kesamaan dan kebersamaan, bahwa manusia sama disisi Allah, yang membedakan  hanyalah derajat ketaqwaanya. Ketiga  ketawaduan dalam bersikap dan berakhlak, baik kepada Allah SWT, maupun kepada sesama manusia.

 II. Kedua , Pada hari ini, kita diingatkan pula kepada drama kehidupan dalam bentuk percontohan yang sungguh luar biasa yang diperankan oleh tiga figur manusia pilihan, yaitu figur Nabi Ibrahim as sebagai seorang ayah yang arif dan bijak, figur Siti Hajar sebagai seorang Ibu yang sangat ulet dan sabar, serta figur Nabi Ismail as, sebagai seorang anak yang sangat patuh dan pasrah kepada perintah Allah SWT.

Itulah drama kehidupan yang teramat besar dalam sejarah  kemanusiaan,  didalamnya terungkap keridhoan seorang ibu dalam berkurban, keikhlasan  dan ketulusan seorang anak dalam  berkurban kepada Allah, serta ketawakkalan seorang ayah dalam menjujung tinggi perintah Allah SWT.

Ketika detik-detik pengorbanan yang dramatis itu berlangsung, terjadilah dialog antara Ibrahim dan putranya Ismail, yang sangat menggugah hati dan perasaan, sebagai contoh kuatnya iman dan taqwa mereka kepada Allah SWT, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat Asshofat ayat 102,

$¬Hs>sù x÷n=t/ çmyètB zÓ÷ë¡¡9$# tA$s% ¢Óo_ç6»tƒ þ’ÎoTÎ) 3“u‘r& ’Îû ÏQ$uZyJø9$# þ’ÎoTr& y7çtr2øŒr& öÝàR$$sù #sŒ$tB 2”ts? 4 tA$s% ÏMt/r’¯»tƒ ö@yèøù$# $tB ãtB÷sè? ( þ’ÎT߉ÉftFy™ bÎ) uä!$x© ª!$# z`ÏB tûïΎÉ9»¢Á9$# ÇÊÉËÈ

102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu wahai anakku” sang anak menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan  Allah kepadamu ayah; Insya Allah ayah akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.

(QS. As Shafat 102)

Begitu mengharukan proses pengorbanan itu, terlebih lagi ketika Ismail dengan penuh tawakal memohon kepada Ayahnya :

“Wahai Ayah ! Ikatlah kaki dan tangan saya kuat-kuat, agar gelepar tubuh saya tidak membuat ayah bimbang. Telungkupkan tubuh saya sehingga muka menghadap ke tanah, supaya Ayah tidak melihat wajah saya. Wahai  Ayah ! jagalah darahku jangan sampai memerciki pakaian Ayah karena bisa menyebabkan perasaan  ayah iba kepadaku, sehingga akan mengurangi pahala ayah. Dan asahlah pisau itu tajam-tajam ayah, agar  proses penyembelihanku berjalan lancer. Wahai Ayah ! baju saya yang berlumur darah nanti, bawalah pulang dan serahkan pada Ibunda, sampaikan salam takdimku ayah kepadanya, semoga beliau sabar menerima ujian ini.

setelah dialog  haru  yang sangat menakjubkan antara sang ayah dan  sang anak itu berlangsung, maka spontan  Allah mengatakan :

!$£Jn=sù $yJn=ó™r& ¼ã&©#s?ur ÈûüÎ7yfù=Ï9 ÇÊÉÌÈ   çm»oY÷ƒy‰»tRur br& ÞOŠÏdºtö/Î*¯»tƒ ÇÊÉÍÈ   ô‰s% |Mø%£‰|¹ !$tƒö䔍9$# 4 $¯RÎ) y7Ï9ºx‹x. “Ì“øgwU tûüÏZÅ¡ósßJø9$# ÇÊÉÎÈ   žcÎ) #x‹»yd uqçlm; (#às¯»n=t7ø9$# ßûüÎ7ßJø9$# ÇÊÉÏÈ

maka tatkala keduanya telah berserah diri, dan Ibrahim telah merebahkan Ismail, meletakkan pipinya diatas tanah. Lalu Kami memanggil ia “wahai Ibrahim, telah engkau turuti perintah itu ! Demikianlah, Kami akan membalas orang-orang yang berbuat baik. Ketahuilah, bahwa perintah ini hanyalah ujian yang nyata”. (QS. As Shafat :

Tokoh Nabi Ibrahim AS sebagai ayah seyogyanya dijadikan contoh oleh para ayah masa kini, dia mencintai anak dan istrinya. Namun cintanya kepada Allah melebihi cintanya kepada anak dan istrinya. Beliau adalah profil suami yang sangat ikhlas, adil, bijaksana, jujur, sabar, ulet, tawakkal penuh mahabbah bertanggung jawab, pemurah, disiplin, serta pribadi yang amanahllah,. Siti Hajar seorang ibu teladan sejati sepatutnya dijadikan contoh oleh ibu-ibu di jaman sekarang, dia adalah profil wanita sholehah, sangat taat kepada Allah, patuh kepada suami, arif dan bijaksana kepada anak-anaknya, mampu menjaga kehormatan dirinya  serta mampu menjaga kehormatan dan harta suaminya.

 Sedangkan profil Ismail adalah sosok  remaja yang sangat taat kapada Allah dan kedua orang tuanya yang harus dijadikan contoh oleh remaja dan pemuda dijaman sekarang

 Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.

Ma’asyiral muslimin-muslimat siding id yang berbahagia.

Istilah Qurban dalam kaidah bahasa arab adalah bentuk masdar dari kata  Quruba – Yaqrobu – Qurbaanan. Yang mengandung 2 pengertian. Pertama : media pendekatan diri kepada Allah SWT. Kedua : Jihad di jalan Allah (Al-JIhadu fi Sabilillah).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan makna Qurban dalam bukunya yang berjudul : At-Tasawuf Fil Islam, bahwa Ibadah Qurban mengandung makna yang sangat dahsyat dan ampuh bagi hamba mukmin. Beliau menjelaskan makna Qurban dengan begitu jelas, mudah dipahami, serta praktis untuk disikapi :

  1. Qurban bermakna : Dzabhan min sifhati syaithon. Yaitu : proses penyembelihan sifat-sifat, tabiat dan perilaku syaithoniyah yang kembali melekat dalam diri kita pasca Idul Fitri 2 bulan yang lalu. Ketiga tabiat syaithoniyah yang harus kita sembelih, kita korbankan, yang kita enyahkan, kita tanggalkan, kita tinggalkan, yaitu pertama sikap Aba (enggan, enggan mengerjakan shalat, enggan berzakat, enggan berhaji, enggan berpuasa, enggan menyantuni fakir miskin, enggan bersilaturrahim, enggan mengaji, enggan belajar dan enggan menolong antar sesama, padahal memiliki kemampuan untuk itu. Maka sikap Aba (enggan) merupakan sifat dasar Iblis dan Syaithon yang harus kita korbankan (tinggalkan) jauh-jauh. Kedua sikap Wastakbara yakni sikap keangkuhan, kesombongan,dan kepongahan syaithon kepada perintah Allah. Ibadah Qurban mengikis sifat sombong, angkuh dan takabur yang masih melekat pada setiap pribadi muslim, baik sombong itu karena ilmu, sombong Karena pangkat, sombong karena kedudukan dan jabatan, sombong karena harta benda sombong karena kekuasaan, sombong karena popularitas dan ketenaran nama, sombong karena keturunan, sombong karena skill, kemampuan dan keahlian maupun sombong dalam hal beribadah. Yang jelas sifat sombong sangat dibenci dan dilaknat oleh Allah SWT. Bahkan Allah mengharamkan surga dimasuki oleh orang-orang yang sombong, sebagaimana sabdanya :

“Tidak akan masuk surga orang-orang yang didalam hatinya masih terdapat sifat sombong, walaupun sebesar dzarrah”. Ketiga Sikap Wa Kaana minal Kaafiriin yaitu sikap ingkar dan kufur kepada Allah SWT. Inilah tiga sifat dasar syaiton yang harus kita korbankan dan buang jauh-jauh melalui ibadah qurban yang sedang kita laksanakan di pagi hari ini.

Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.

Ma’asyiral muslimin-muslimat siding id yang berbahagia.

Yang kedua makna Qurban  menurut Ibnu Taimiyah :

  1. Qurban bermakna dzabhan min sifhatil bahimiyah.mengandung pengertian proses penyembelihan sifat-sifat, karakter dan tabiat Al-Bahimiyah (kebinatangan), sehingga dalam Al-Islam simbol Qurban yang harus disembelih adalah hewan atau binatang. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat hewani, tabiat-tabiat kebinatangan serta perilaku Al-Bahimiyah harus ditinggalkan dan ditanggalkan oleh hamba-hamba mukmin yang berkurban. Ada tiga sifat hewani yang harus kita tinggalkan. Pertama sifat Qillatul Haya’ yaitu sifat tidak ada rasa malunya  dalam melaksanakan kemaksiatan kepada Allah. Kendatipun dia melakukan Zina secara terang-terangan, judi secara terbuka, dan minuman keras secara demonstrative, maka jangan heran terhadap kelompok ini, karena yang mereka sedang tampilkan adalah perilaku hewani. Kedua sifat Tamak, Rakus, Serakah serta Hubbudduniya terlalu cinta dunia dan melupakan akhirat. Ketiga sifat buas, kejam dan beringas kepada sesama. Inilah tiga sifat dasar al-bahimiyah ­ yang harus kita buang jauh-jauh melalui proses penyembelihan dan pengorbanan, di pagi hari yang mubarak ini
  2. Ibadah Qurban mengandung pegertian proses penyembelihan terhadap karakter thogut dan dajjal yang masih melekat dalam pribadi hamba mukmin.

Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.

Ma’asyiral muslimin-muslimat sidang id yang berbahagia.

Jadi bisa dimaknai secara jelas dan transparan bahwa ibadah qurban adalah sebuah proses spiritual Ilahi yang manusiawi dan bermartabat dalam membentuk :

–         Pribadi mukmin yang Qurban kamilan yaitu pribadi hamba mukmin yang sempurna berkurban kepada Allah SWT.

–         Pribadi mukmin yang manusiawi yaitu pribadi hamba Allah yang memiliki kepekaan nalar, kecerdasan nurani, dan keluhuran perasaan kepada sesame sehingga tumbuh sifat kasih dan sayang kepada sesama seperti yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim AS, Ismail AS dan Siti Hajar.

–         Pribadi mukmin yang jujur dan amanah. Yaitu pribadi mukmin yang amanah kepada Allah, amanah kepada manusia lainnya dan amanah kepada diri sendiri.

Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.

Dalam nuansa hari raya idul adha tahun ini ,sungguh kita mengaksikan bersama betapa  persadaIndonesiasekarang,  sedang menangis karena ditimpa oleh berbagai bencana ,musibah  dan malapetaka yang silih berganti datang.

Ujian demi  ujian , cobaan demi cobaan, bencana demi bencana silih berganti  melanda bangsa dan daerah  kita hingga membuat kita menangis dan bersedih.belum selesai melakukan evakuasi ratusan nyawa yang hilang dan meninggal di Wasior Papua barat  karena di terjang banjir bandang, atau suname Darat, kita dikejutkan lagi dengan dahsyatnya gempa bumi  7,2 skala rikhter yang diikuti oleh dahsyatnya hempasan gelombang suname Di  Mentawai Sumatra barat,  sehingga ratusan bahkan ribuan nyawa wafat dan menghilang, Selang Sehari lagi lagi kita dikagetkan dengan beraksinya gunung merapi yang memuntahkan lahar panas  yang mengakibatkan  awan panas  dengan suhu panas 600 % C. sehingga menimbulkan korban jiwa dan korban material yang begitu banyak.

. Berbagai cara ditempuh untuk menghindarinya, tetapi  Siapa yang dapat menolak azab Allah yang diakibatkan oleh dosa-dosa manusia? Buatlah berjuta-juta rencana dan upaya penanggulangan, ciptakan beribu-ribu undang-undang, tetapi ketetapan yang datang dari Allah Swt. tidak akan hilang, kecuali Allah sendiri yang mampu menghilangkannya. Allah Swt. telah memberi tahu penyakit dan pengobatannya. Jika kita ingin menyembuhkan suatu penyakit, maka carilah pengobatan yang benar. Kita sendiri yang menyebabkan datangnya penyakit dan kita sendiri yang menangis karena bahayanya. Apakah kita  masih mengingkari hal ini.  Apakah kita masih merasa tidak pernah berbaut salah. Dan dosa selama ini. Jangan-jangan lantaran ulah  dan dosa kita bencana dan musibah itu terjadi.  Yang jelas setiap musibah yang menimpa kita , berarti ada yang tidak beres dengan amal kita.

Rasulullah saw. telah memberi peringatan mengenai semua penderitaan dan bencana di muka bumi ini  disebabkan karena tumpukkan dosa dan kedurhakan yang kita lakukan. Itulah sentral penyebabnya.

Akbar 3X Walillahulhamd.

A Ma’asyiral muslimin-muslimat sidang id yang berbahagia.

Abdullah bin Umar r.a. berkata bahwa suatu ketika Rasulullah saw. bersabda, ”Wahai orang-orang Muhajirin, adalimaperkara yang jika kalian melakukannya, maka kalian akan menghadapi musibah yang besar. Saya meminta perlindungan kepada Allah dari keadaan kalian yang demikian.

Pertama, apabila fahsya (praktek judi dan mimuman keras) serta  perzinahan  dilakukan oleh suatu kaum secara terang-terangan, maka akan muncul di kalangan mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah didengar sebelumnya.”

Kedua, apabila praktek riba dan rentenir mewabah pada suatu kaum, maka azab dan laknat Allah akan menimpa kita secara keseluruhan ”

Ketiga, apabila suatu kaum berhenti dari membayar zakat,baik zakat fitrah maupun zakat mal atau zakat profesi/zakat hasil usaha,  maka  akan terjadi musibah dan malapetaka secara berkesinambungan. hujan tidak akan diturunkan kepada mereka. Jika tidak ada binatang-binatang, maka tidak akan diturunkan hujan walaupun setetes. Karena binatang-binatang itu makhluk Allah yang tidak bersdosa, maka sedikit hujan akan diturunkan kepada mereka.”

Keempat, apabila praktek KKN masih tetap eksis diantara para pejabat kitadan praktek Ar riswah yaitu ,praktek sogok menyogok masih  merajalela ditengah tengah masyarakat atau sama dengan paham menghalalkan segala cara yang penting tujuan tercapai, maka akan terjadi guncangan bumi yang amat dahsyat ,Air laut akan ngamuk dengan istilah Sunamenya, gunungpun akan ikut beraksi dengan dahsyatnya menimpa kaum itu.

 

Kelima, apabila para penguasa di antara mereka dalam hal ini para eksekutif, legislative dan yudikatif,  membuat peraturan yang bertentangan dengan perintah-perintah Allah, hukum tidak ditegakkan secara adil, membranras KKN hanya sekedar wacana, Supremasi hukum  hanya Impian, jika hokum  Allah dipermainkan oleh para pengambil kebijakan , tunggu kata Rasul ,   maka akan  terjadi kematian yang banyak diantara mereka karena diterpa oleh bencana yang datang silih berganti.”

Dari Ali r.a. juga dari Abu Hurairah r.a. diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Apabila ummatku melakukan lima belas keburukan berikut ini, yaitu (yang telah disebutkan dalam kedua hadits di atas) kewajiban zakat dianggap denda (yakni dengan menunaikannya akan dirasakan sebagai beban), maka pada masa itu akan terjadi kegelapan merah (bukan hitam), gempa bumi, tenggelam ke dalam tanah, perubahan wajah, hujan batu dari langit dan musibah-musibah lainnya akan turun satu demi satu seperti biji tasbih mulai jatuh satu demi satu apabila putus talinya.”

Mari kita cerdas mengambil pelajaran dari rentetan musibah yang sedang menimpa bangsa kita,Indonesiatercinta ini, terutama di daerah bima tercinta ini, semoga diselamatkan dari musibah musibah besar yang telah menimpa daerah lain . Amin,  tentunya dengan sebuah komitmen, segra bertaubat secara keseluruhan, jauhi perbuatan maksiat, segera perbanyak ibadah terus berxzikir kepada Allah dan hidupkan nuansa silaturrahim antara sesama.

Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.

Ma’asyiral muslimin-muslimat sidang id yang berbahagia.

Adalah pengharapan akhir dari setiap ibadah shalat yang kita laksanakan pagi hari ini semoga dapat menghantarkan kita kepada pribadi-pribadi mukmin yang paripurna, yaitu pribadi hamba Allah yang memiliki kecerdasan iman, kecerdasan spiritual, kecerdasan amal, kecerdasan emosional, kecerdasan intelektual, kecerdasan akhlak dan moral serta pribadi hamba Allah yang memiliki komitmen berqurban dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena hanya pribadi-pribadi mukmin yang memiliki sikap semacam inilah yang akan memperoleh kemuliaan, keagungan, kemartabatan serta kehormatan dan kewibawaan dihadapan Allah SWT di akhirat nanti.

Akhirnya marilah kita sama-sama bermunajat kehadirat Allah SWT semoga kiranya kita senantiasa dijadikannya pribadi yang ikhlas, jujur, amanah, tawadhu’, disiplin dan sabar. Sehingga kita mampu melaksanakan segala titah dan perintahNya.

Marilah kita sama-sama berdo’a dan bermunajat kepada Allah SWT. Dengan kepasrahan jiwa yang bening dan ketulusan hati yang tawadhu’ semoga doa dan  permohonan kita diterima dan diijabahi oleh Allah SWT. Amin…..

DO’A

Allahumma ya Allah ya.. Tuhan kami. Limpahkanlah RahmatMu, TaufikMu dan HidayahMu kepada kami dari sisiMu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjukMu yang lurus dalam setiap urusan kami. Ya Allah Ya Tuhan kami terimalah segala amal ibadah kami ,zikir takbir, tahmid dan tahlil kami,pengorbanan kami, Serta ibadah sholat Idul Adha yang baru saja kami lakukan pada pagi hari ini, sehingga kami menjadi insane-insan kamil yang muttaqin.

 

Ya Allah Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa guru-guru kami, dosa ulama-ulama kami, dosa para pemimpin bangsa kami serta dosa seluruh kaum muslimin, baik yang masih hidup maupun yang sudah mendahului kami .

 

Ya Allah hindarkanlah dan selamatkanlah Negara, bangsa dan daerah kami dari himpitan segala musibah, bala dan bencana yang mewarnai daerah kami selama ini.

 

Ya Allah jadikanlah diri kami pribadi yang ikhlas dalam beribadah, jujur dan amanah dalam bersikap, sabar dan ulet dalam menghadapi setiap masala, ihsan dalam bertindak serta pribadi yang berakhlakul karimah.

Ya Allah warnailah daerah kami dengan rahmat dan berkahMu, curahkanlah hujan rahmat dan hujan barakahMu pada penduduk negeri Kota Bima tercinta ini.

Allahumma Ya Allah kami sadar Ya Allah, betapa kami selama ini kerap kali berbuat zolim dan berlaku kasar kepada anak dan istri kami, sebaliknya selama ini kami senantiasa berlaku kasar dan berbuat dosa terhadap suami-suami kami, untuk itu maafkanlah kesalahan kami.

 

Allahumma ya Allah, kami sadar ya Allah betapa kami selama ini berlaku durhaka kepada kedua orang tua kami, kerap kali kami berlaku kasar kepada mereka, menghardiknya, melukai perasaannya, menelantarkan mereka, melupakan mereka, tak pernah berdoa buat mereka, bahkan ada diantara kami selaku anak , sengaja memaki dan membunuh mereka, padahal jasa mereka tidak dapat dibalas dengan apapun, maka ampunilah sikap kedurhakaan kami selama ini Ya Allah. Kepada mereka,  Dan perkenankanlah do’a tulus kami buat mereka ya Allah, dengan satu ungkapan do’a.

Allahummagfirlana junubana wali walidaina warhamhuma kama rabbayana sagira.

 

Allahumma ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami kasihanilah mereka ya Allah, sebagaimana mereka mengasihani kami di waktu kami kecil.

Rabbana taqabbal minna innka antassami ul alim watub alaina innaka antattauwaburrahim.

Rabbana atina fi dunniya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina azabannar.

Wa sallallahu ala Muhammadin subhana rabbika rabbil izati amma yasifun wa salamun alal mursalin. Walhamdulillahi rabbil alamin.

Wassalamu’alaikum war. War.

 

 

Posted on May 19, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: