MELALUI IBADAH QURBAN MARI KITA TINGKATKAN SEMANGAT KETAQWAAN DAN SEMANGAT SILATURRAHIM/ KEBERSAMAAN DI ANTARA KITA.

JUDUL :MELALUI IBADAH QURBAN MARI KITA TINGKATKAN SEMANGAT KETAQWAAN DAN SEMANGAT SILATURRAHIM/ KEBERSAMAAN DI ANTARA KITA.
OLEH. H.AHMAD.S.AG (KETUA PHBI KOTA BIMA)
(Disampaikan Di Halaman Kantor Pemkot Bima)

Allahu Akbar 3X Walillahilhamdu.
Sidang Id yang dirahmati dan dimuliakan Allah SWT.

Al-hamdulillah, segala puji Bagi Allah, Zat yang Maha Rahman dan Maha Rahim, Semoga sifat Rahman dan RahimNya senantiasa menghiasii ketaatan, kepatuhan, kesetiaan dan kebersamaan kita di pagi hari yang mubarok ini.

Pagi hari ini tanggal 10 Dzulhijjah 1433 H, yang bertepatan dengan hari jum at tanggal 26 oktober 2012 M, kaum muslimin dan muslimat di seluruh penjuru dunia melaksanakan dua hari raya sekaligus : pertama melaksanakan Hari Raya Idul Adha sebagai tanda kesetiaan dan kepatuhan kepada Allah , yang dilanjutkan dengan penyembelihan hewan qurban, yang dagingnya disalurkan kepada fakir miskin. Kemudian yang kedua melaksanakan sholat jum at sebagai hari raya pekanan bagi kaum muslimin dan muslimat , sebagimana sabda nabi INNAL YAUMAL JUM ATA HIJJUL FUQARO WAYAU MUHA IDUL MASAKIN. Sesungguhnya hari jumat itu adalah hari hajinya bagi para fuqara dan hari rayanya bagi orang orang miskin. (HR,Muslim)
Ibadah qurban adalah salah satu bentuk ibadah mahdah yang dianjurkan Allah Azza Wa Jalla kepada hamba-hambaNya yang beriman dalam memaknai sekaligus mensikapi Al-Kautsar-Nya. Allah SWT.

DR. Yusuf qardawi dalam bukunya yang berjudul : Al Ibadah Fil Islam menjelaskan tentang pengertian Al-Kautsar. –Nya Allah dengan rincian makna sebagai berikut :
Pertama, Al-Kausar bermakna sumber mata air samawi yang paling suci, berupa karunia dan hikmah yang tidak terbatas.
Kedua, Al-Kausar bermakna, segala rahmat dan kebaikan yang bersumber dari Allah.
Ketiga, Al-Kautsar mengandung pengertian kearifan yang luas, kekuatan rohani yang paripurna dan wawasan yang teramat dalam.sehingga tidak mudah terpengaruh dengan isu-isu yang menyesatkan, seperti yang sedang diisukan didaerah kita akhir-akhir ini, apakah itu isu penculikan, isu SARA, isu dukun santet, dan isu-isu lainnnya, yang kesemuanya itu mengarah kepada gangguan KAMTIBMAS di daerah kita dan dis harmanisasi/ketidak harmonisan diantara kita, bahkan telah menelan korban jiwa sia-sia disebabkan karena kebiadaban termakan oleh isu penculikan anak dan penjualan organ tubuh manusia melalui sms yang bersifat profokatif lagi menyesatkan itu,sungguh disesalkan hal ini terjadi di daerah bumi gora yang terkenal Religius ini.
Keempat, Al-kautsar mengandung pengertian kecerdasan spiritual,yang berpadu dengan kecerdasan intelektual dan moral, yakni pribadi yang santun dan beradab, bukan pribadi yang brutal, anarkis dan main hakim sendiri,
Kelima, Al-Kautsar mengandung pengertian nama sumur Rasulullah SAW dalam surga yang dipersembahkan khusus kepada hamba-hamba mu’min yang memiliki kepekaan social kepada sesama, melalui media kurban.
Keenam, Al-Kautsar mengandung pengertian Sifat Ar rahman dan Ar Rahimnya Allah yang dikaruniakan kepada hamba-hamaba Mukmin untuk sifati dan dibiaskan kepada sesama, saling asah, asih dan asuh, bukan saling gasak, gesok,gosok dan gosip serta sengaja mengisukan hal-hal yang menyesatkan orang banyak.
Ketujuh. AL Kausar mengandung pengertian nikmat yang paling banyak yang telah diberikan Allah kepada semua mahluknya yang wajib di sukuri.

Dalam mensikapi Al-Kautsar Nya Allah SWT, maka hamba-hamba Mu’min secara khusus diseru oleh Allah untuk melaksanakan 2 (Dua) perintah utama yaitu: perintah menegakkan sholat, dan kedua perintah berkurban sebagaimana pernyataan Allah dalam surat Al-Kautsar ayat 1 s/d 3 :

Artinya: sesungguhnya kami telah memberi nikmat yang banyak kepadamu, maka sholatlah dan berkurbanlah.
Setiap Idul Adha tiba, kita diingatkan kepada dua peristiwa penting yaitu :
Ibadah qurban dan Ibadah Haji. Kedua ibadah tersebut mengandung hikmah yang sangat besar dalam kehidupan ummat manusia yang mau berfikir, dari mana kita datang, di mana kita sekarang berada dan akan kemana kita menuju serta untuk apa kita diciptakan. Itulah inti dari prosesi pelaksanaan wukuf yang dilakukan oleh jutaan kaum muslimin dan muslimat pada tanggal 9 Dzulhizzah di Padang Arafah kemarin. Mereka diarahkan mengenal Allah untuk di taati, mengenal diri untuk direnungi keberadaannya, mengenal manusia untuk disantuni dan dikasihi, dan mengenal alam ini untuk dikelola dan ditata dengan sebaik baiknya.

Allahu Akbar 3 X Walillahilhamdu.
Sidang Id yang dirahmati Allah SWT.

Seperti yang dijelaskan diawal khutbah tadi bahwa Nuansa Idul Adha senantiasa diwarnai oleh dua peristiwa akbar yang sangat menggugah perhatian kaum muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, kedua peristiwa tersebut :
I.Pertama Kegiatan Ibadah haji di Mekkah Al Mukarramah, tampa diundang atau dipaksa berjuta umat Islam datang dari berbagai penjuru dunia, berkumpul di Mekkah dalam suasana damai dan bersahabat, mereka berjamaah dalam beribadah dengan segala manasiknya, bersatu dengan niat yang sama, melaksanakan prosesi haji dan umrah dengan gerakkan dan alur yang sama, memakai pakaian yang sama yakni pakaian ihram dan melantunkan bacaan yang sama yakni kalimat Talbiyah, Ternyata pelajaran yang bisa kita ambil dari amalan spiritual haji dan umrah : pertama sikap keikhlasan dalam beramal, kedua sikap kesamaan dan kebersamaan, bahwa manusia sama disisi Allah, yang membedakan hanyalah derajat ketaqwaanya. Ketiga ketawaduan dalam bersikap dan berakhlak, baik kepada Allah SWT, maupun kepada sesama manusia.
II. Kedua , Pada hari ini, kita diingatkan pula kepada drama kehidupan dalam bentuk percontohan yang sungguh luar biasa yang diperankan oleh tiga figur manusia pilihan, yaitu figur Nabi Ibrahim as sebagai seorang ayah yang arif dan bijak, figur Siti Hajar sebagai seorang Ibu yang sangat ulet dan sabar, serta figur Nabi Ismail as, sebagai seorang anak yang sangat patuh dan pasrah kepada perintah Allah SWT.
Itulah drama kehidupan yang amat menumental dalam sejarah kemanusiaan, didalamnya terungkap keridhoan seorang ibu dalam berkurban, keikhlasan dan ketulusan seorang anak dalam berkurban kepada Allah, serta ketawakkalan seorang ayah dalam menjujung tinggi perintah Allah SWT.
Ketika detik-detik pengorbanan yang dramatis itu berlangsung, terjadilah dialog antara Ibrahim dan putranya Ismail, yang sangat menggugah hati dan perasaan, sebagai contoh kuatnya iman dan taqwa mereka kepada Allah SWT, sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam surat Asshofat ayat 102,
                            
102. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Wahai anakku Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu wahai anakku” sang anak menjawab: “Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu ayah; Insya Allah ayah akan mendapatiku Termasuk orang-orang yang sabar”.
(QS. As Shafat 102)
Begitu mengharukan proses pengorbanan itu, terlebih lagi ketika Ismail dengan penuh tawakal memohon kepada Ayahnya :
“Wahai Ayah ! Ikatlah kaki dan tangan saya kuat-kuat, agar gelepar tubuh saya tidak membuat ayah bimbang. Telungkupkan tubuh saya sehingga muka menghadap ke tanah, supaya Ayah tidak melihat wajah saya. Wahai Ayah ! jagalah darahku jangan sampai memerciki pakaian Ayah karena bisa menyebabkan perasaan ayah iba kepada saya, sehingga akan mengurangi pahala ayah. Dan asahlah pisau itu tajam-tajam ayah, agar proses penyembelihan saya berjalan dengan lancar. Wahai Ayah ! baju saya yang berlumur darah nanti, bawalah pulang dan serahkan pada Ibunda tercinta , sampaikan salam takdim saya, ayah kepada ibunda tercinta, semoga beliau sabar menerima ujian ini.
setelah dialog haru yang sangat menakjubkan antara sang ayah dan sang anak itu berlangsung, maka spontan Allah mengatakan :
                       
maka tatkala keduanya telah berserah diri, dan Ibrahim telah merebahkan Ismail, meletakkan pipinya diatas tanah. Lalu Kami memanggil ia “wahai Ibrahim, telah engkau turuti perintah itu ! Demikianlah, Kami akan membalas orang-orang yang berbuat baik. Ketahuilah, bahwa perintah ini hanyalah ujian yang nyata”. (QS. As Shafat :
Tokoh Nabi Ibrahim AS sebagai ayah seyogyanya dijadikan contoh oleh para ayah masa kini, dia mencintai anak dan istrinya. Namun cintanya kepada Allah melebihi cintanya kepada anak dan istrinya. Beliau adalah profil suami yang sangat ikhlas, adil, bijaksana, jujur, sabar, ulet, tawakkal penuh mahabbah bertanggung jawab, pemurah, disiplin, serta pribadi yang amanah,. Siti Hajar seorang ibu teladan sejati sepatutnya dijadikan contoh oleh ibu-ibu di jaman sekarang, dia adalah profil wanita sholehah, sangat taat kepada Allah, patuh kepada suami, arif dan bijaksana kepada anak-anaknya, mampu menjaga kehormatan dirinya serta mampu menjaga kehormatan dan harta suaminya.
Sedangkan profil Ismail adalah sosok remaja yang sangat taat kapada Allah dan kedua orang tuanya yang harus dijadikan contoh oleh remaja dan pemuda dijaman sekarang
Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.
Ma’asyiral muslimin-muslimat siding id yang berbahagia.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan makna Qurban dalam bukunya yang berjudul : At-Tasawuf Fil Islam, bahwa Ibadah Qurban mengandung makna yang sangat dahsyat bagi hamba mukmin. Beliau menjelaskan makna Qurban dengan begitu jelas, mudah dipahami, serta praktis untuk disikapi :
1. Qurban bermakna : Dzabhan min sifhati syaithon. Yaitu : proses penyembelihan sifat-sifat, tabiat dan perilaku syaithoniyah yang kembali melekat dalam diri kita pasca Idul Fitri 2 bulan yang lalu. Ketiga tabiat syaithoniyah yang harus kita tinggalkan, yaitu pertama sikap Aba (enggan, enggan mengerjakan shalat, enggan berzakat, enggan berhaji, enggan berpuasa, enggan berkurban, enggan bersilaturrahim, enggan mengaji. Kedua sikap Wastakbara yakni sikap keangkuhan, kesombongan,dan kepongahan baik kepada Allah maupun kepada sesame manusia. Ibadah Qurban mengikis sifat sombong, angkuh dan takabur yang masih melekat pada setiap pribadi muslim,
“Tidak akan masuk surga orang-orang yang didalam hatinya masih terdapat sifat sombong, walaupun sebesar dzarrah”. Ketiga Sikap AL BAGDHO (KEBENCIAN KEPADA SESAMA)DAN AL ADAWAH (PERMUSUHAN KEPADA SESAMA)
. Inilah tiga sifat dasar syaiton yang harus kita korbankan dan buang jauh-jauh melalui ibadah qurban yang sedang kita laksanakan di pagi hari ini.

Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.
Ma’asyiral muslimin-muslimat siding id yang berbahagia.

Yang kedua makna Qurban menurut Ibnu Taimiyah :
2. Qurban bermakna dzabhan min sifhatil bahimiyah.mengandung pengertian proses penyembelihan sifat-sifat, karakter dan tabiat Al-Bahimiyah (kebinatangan), sehingga dalam Al-Islam simbol Qurban yang harus disembelih adalah hewan atau binatang. Ini menunjukkan bahwa sifat-sifat hewani, tabiat-tabiat kebinatangan serta perilaku Al-Bahimiyah harus ditinggalkan oleh hamba-hamba mukmin yang berkurban. Ada tiga sifat hewani yang harus kita tinggalkan. Pertama sifat Qillatul Haya’ yaitu sifat tidak ada rasa malunya dalam melaksanakan kemaksiatan kepada Allah. Kedua sifat Tamak, Rakus, Serakah serta Hubbudduniya terlalu cinta dunia dan melupakan akhirat. Ketiga sifat buas, kejam dan beringas kepada sesama. Inilah tiga sifat dasar al-bahimiyah ¬ yang harus kita buang jauh-jauh melalui proses penyembelihan dan pengorbanan, di pagi hari yang mubarak ini
3. Ibadah Qurban mengandung pegertian proses penyembelihan terhadap karakter Al Amara Bissu, (sifat kecendrungan kepada yang jahat dan menyesatkan) yang masih melekat dalam pribadi umat Islam, seperti sikap mengadu domba, suka menyebarkan isu-isu yang tidak benar,bertindak brutal, menghakimi orang tampa prosedur hukum, dan cendrung bersikap anarkis, semoga kita semua mampu meninggal sifat al amara bissu melalui media Qurban di pagi hari ini,

Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.
Ma’asyiral muslimin-muslimat sidang id yang berbahagia.

Sebagai kesimpulan akhir dalam khutbah ini, maka melalui mimbar yang terhormat ini khotib mengajak kepada kita semua :
1. Mari kita jaga keikhlasan dalam beramal, ketawaduan dalam bersikap, kesabaran dalam menghadapi setiap masalah,serta kearifan dan kehati-hatian dalam mensikapi berbagai isu dan informasi yang berkembang.
2. Mari kita jaga keutuhan silaturrahim dan kebersamaan diantara kita,saling asah,asih dan asuh , serta mari kita jaga bersama kondusifitas kota bima yang aman, nyaman , sejuk dan harmonis,inilah icon kita Bima berteman yang religi.
3. Mari kita jaga semangat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, dengan istiqomah menegakkan Sholat dan Berqurban.
4. Mari kita jaga hati, lisan ,sikap dan akhlaq kita, jangan sampai menghancurkan dan mengorbankan hamba Allah yang tidak berdosa,
5. Mari kita meneladani sikap ihsan yang di teladankan oleh tiga manusia pilihan yaitu : Nabi Ibrahim, Nabi Ismail dan St Hajar.
Allahu Akbar 3X Walillahulhamd.
Marilah kita sama-sama berdo’a dan bermunajat kepada Allah SWT. Dengan kepasrahan jiwa yang bening dan ketulusan hati yang tawadhu’ semoga doa dan permohonan kita diterima dan diijabahi oleh Allah SWT. Amin…..
AL HAMDULILLAHIRABBIL ALAMIN………………..
DO’A

Allahumma ya Allah ya.. Tuhan kami. Limpahkanlah RahmatMu, TaufikMu dan HidayahMu kepada kami dari sisiMu, dan sempurnakanlah bagi kami petunjukMu yang lurus dalam setiap urusan kami. Ya Allah Ya Tuhan kami terimalah segala amal ibadah kami ,zikir takbir, tahmid dan tahlil kami,pengorbanan kami, Serta ibadah sholat Idul Adha yang baru saja kami lakukan pada pagi hari ini, sehingga kami menjadi insane-insan kamil yang muttaqin.

Ya Allah Ya Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu bapak kami, dosa guru-guru kami, dosa ulama-ulama kami, dosa para pemimpin bangsadan daerah kami serta dosa seluruh kaum muslimin, baik yang masih hidup maupun yang sudah mendahului kami .

Ya Allah hindarkanlah dan selamatkanlah Negara, bangsa dan daerah kami dari himpitan segala musibah, bala dan bencana , permusuhan dan dis harmonisasi diantara kami,

Ya Allah jadikanlah diri kami pribadi yang ikhlas dalam beribadah, jujur dan amanah dalam bersikap, sabar dan ulet dalam menghadapi setiap masalah, ihsan dalam bertindak serta pribadi yang berakhlakul karimah.
Ya Allah warnailah daerah kami dengan rahmat dan berkahMu, curahkanlah hujan rahmat dan hujan barakahMu pada penduduk negeri Kota Bima tercinta ini.
Allahumma Ya Allah, lindungilah kami dari isu-isu yang menyesatkan kami, lindungilah kami dari tindakan kebrutalan dan anarkis kami, lindungilah kami dari permusuhan dan perkelahian diantara kami, lindungilah kami dari sikap memprofokasi orang lain, lindungilah kami dari mendolimi orang lain, lindungilah kami dari membunuh di antara sesama, serta lindungilah kami dari perbutan dosa dan maksiat.
Allahumma ya Allah, ampunilah dosa kdua orang tua kami, sayangi mereka ya Allah…….. sayangi mereka Ya Rahman…….. sayangi mereka Ya Rahim………. Allahummagfirlana junubana wali walidaina warhamhuma kama rabbayana sagira.

Rabbana taqabbal minna innka antassami ul alim watub alaina innaka antattauwaburrahim.
Rabbana atina fi dunniya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina azabannar.
Wa sallallahu ala Muhammadin subhana rabbika rabbil izati amma yasifun wa salamun alal mursalin. Walhamdulillahi rabbil alamin.
Wassalamu’alaikum war. War.

Posted on October 26, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: